Rabu, 14 Januari 2015

ARRAY dan Contoh Programnya pada Pascal 

         Array adalah tipe data terstruktur yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang mempunyai tipe sama. Komponen-komponen tersebut disebut sebagai komponen type, larik mempunyai jumlah komponen yang jumlahnya tetap. Banyaknya komponen dalam larik ditunjukkan oleh suatu index, dimana tiap komponen di array dapat diakses dengan menunjukkan nilai indexnya atau subskript. Array dapat bertipe data sederhana seperti byte, word, integer, real, bolean, char, string dan tipe data scalar atau subrange. Tipe larik mengartikan isi dari larik atau komponen- komponenya mempunyai nilai dengan tipe data tersebut.

Contoh:

Var

Untai : array[1..50] of Integer;

Pada contoh Array dengan nama untai telah dideklarasikan dengan tipe integer, dengan jumlah elemen maksimum 50 elemen, nilai dari elemen array tersebut diatas harus bertipe integer.

Contoh Program :

Program Contoh_Array_Input;

Uses Crt;

Var

Bilangan : array[1..50] of Integer;

Begin

ClrScr;

Bilangan[1]:=3;

Bilangan[2]:=29;

Bilangan[3]:=30;

Bilangan[4]:=31;

Bilangan[5]:=23;

Writeln('nilai varibel bilangan ke 3 =',Bilangan[3]);

Readln;

End.

Array juga dapat dideklarasikan bersama dengan tipe yang beragam seperti contoh dibawah ini :

Program Contoh_Deklarasi_Array_Beragam;

Uses Crt;

Var

NPM : array[1..20] of string[10];

Nama : array[1..20] of string[25];

Nilai : array[1..20] of real;

Umur : array[1..20] of byte;

banyak,i : integer;

Begin

ClrScr;

Write('Isi berapa data array yang diperlukan :');Readln(banyak);

For i := 1 to banyak Do

Begin

Write('NPM =');Readln(NPM[i]);

Write('Nama =');readln(Nama[i]);

Write('Nilai=');readln(Nilai[i]);

Write('Umur =');readln(Umur[i]);

End;

{cetak varibel array}

Writeln('NPM NAMA NILAI UMUR ');

For i:= 1 to banyak Do

Begin

Writeln(Npm[i]:10,Nama[i]:25,Nilai[i]:3:2,' ',Umur[i]:3);

End;

Readln;

End.

Untuk deklarasi array dapat digunakan beberapa cara seperti berikut ini :

Type

Angka = String[20];

Var

Nama : Array [1..50] of Angka;

Begin

.

.

End.

Deklarasi tipe indeks subrange integer Indeks pada array dapat tipe skalar atau subrange, tetapi tidak bisa real.

Contoh:

Var

Nilai : Array[1..10] of Integer;

pada contoh ini array nilai mempunyai 10 buah elemen yaitu dari 1 sampai 10. Array tersebut dapat dideklarasikan dengan type seperti berikut ini :

Type

Skala = 1..10;

Var

Nilai : Array [skala] of Integer;

atau :

Type

Skala = 1..10;

Y = Array[skala] of Integer;

Var

Nilai : Y;

atau :

Type

Y = Array[1..10] of Integer;

Var

Nilai : Y;

atau :

Const

Atas =1;

Bawah = 5;

type

Y = Array[Atas..Bawah] of Integer;

Var

Nilai : Y;

I. Deklarasi Type Indeks Skalar

Indeks dari larik dapat berupa tipe skalar.

Contoh. :

Program Deklarasi_Indeks_Array_Skalar;

Uses Crt;

Var

Jum : Array[(jan,feb,mar,apr,mei)] of Integer;

Begin

Jum[jan]:=25;

Jum[feb]:=45;

Jum[mar]:=21;

Jum[apr]:=23;

Jum[mei]:=50;

Writeln('Jumlah nilai bulan maret =',Jum[mar]);

Readln;

End.

dapat juga ditulis :

type

Bln = (jan,feb,mar,apr,mei);

Var

Jum : Array[bln] of Integer;

atau :

type

Bln =(jan,feb,mar,apr,mei);

Var

Jum : Array[jan..mei] of Integer;

II. Deklarasi Konstanta Array

Array tidak hanya dapat berupa suatu varibel yang dideklarasikan di bagian deklarasi variabel, tetapi dapat juga berupa konstanta (const).

Contoh Program :

Program Contoh_Deklarasi_Array_Konstan;

Uses Crt;

Const

Tetap : Array[1..4] of Integer=(7,10,21,20);

Var

i : Integer;

Begin

For i:= 1 to 4 Do

Writeln('Nilai Konstan array ke ',i:2,' =',Tetap[i]);

Readln;

End.

konstanta array dapat juga berupa ketetapan dalam bentuk karakter seperti berikut.

Contoh Program :

Program Contoh_Konstan_Array_Char_;

Uses Crt;

Const

Huruf : Array[0..5] of Char=('A','B','C','D','E','F');

Var

i : Integer;

Begin

For i:= 0 to 5 Do

Writeln('Nilai konstan array ke',i:2,' = ',Huruf[i]);

Readln;

End.

Konstanta array dapat juga berupa string seperti berikut ini.

Contoh Program :

Program Constanta_Array_String;

Uses Crt;

Type

A = Array [1..5] of String;

Const

Nama : A = ('basic','pascal','cobol','paradox','dbase');

Var

i : Integer;

Begin

For i:= 1 to 5 Do

Writeln('Nilai Array ke-',i:2,'= ',Nama[i]);

readln;

end.

Dalam pascal string merupakan array dari elemen- elemen karakter seperti berikut :

Contoh Program :

Program String_Adalah_Array_Tipe_Char;

Uses Crt;

Var

Nama : string;

i : Integer;

Begin

Nama:='Turbo Pascal';

For i:= 1 to Length(nama) Do

Writeln('Elemen ',i,' dari ',Nama,'= ',Nama[i]);

Readln;

End.

contoh program bilangan prima dengan menggunakan bantuan array.

Contoh program :

Program Mencari_Bilangan_Prima_Dengan_Array;

Uses Crt;

Var

Prima : Array[1..100] of Integer;

i,j : Integer;

bil : Integer;

Begin

ClrScr;

For i := 2 to 100 Do

Begin

Prima[i]:=i;

For j:= 2 to i-1 Do

Begin

bil := (i mod j); {* i dibagi j dicek apakah 0*}

If bil = 0 then Prima[i]:=0; {*jika habis dibagi,berarti bkn prima*}

End;

If Prima[i]<> 0 Then Write(Prima[i],' '); {*cetak array yg prima*}

End;

Readln;

End.

Contoh pengurutan data dengan metode buble sort, yaitu dengan cara penukaran, dapat dilihat pada contoh dibawah ini :

Contoh Program :

Program Penggunaan_Array_Untuk_Sortir_Buble_Sort;

Uses Crt;

Var

nil1 : Array[1..100] of Integer;

n,i,j,dum : Integer;

Begin

ClrScr;

Write('mau isi berapa data acak (integer) ='); readln(n);

For i := 1 to n Do

Begin

Write('Data Ke ',i,':');Readln(nil1[i]);

End;

{* penyapuan proses}

for i:= 1 to n-1 do

begin

for j:= i to n do

begin

if nil1[j]begin

dum:=nil1[j];

nil1[j]:=nil1[i];

nil1[i]:=dum;

end;

end;

end;

writeln;

writeln('Hasil Sortir');

for i := 1 to n do

write(nil1[i]:3);

readln;

end.

III. Array Dua Dimensi

Di dalam pascal Array dapat berdimensi lebih dari satu yang disebut dengan array dimensi banyak (Multidimensional array), disini akan dibahas array 2 dimensi saja. Array 2 dimensi dapat mewakili suatu bentuk tabel atau matrik, yaitu indeks pertama menunjukkan baris dan indeks ke dua menunjukkan kolom dari tabel atau matrik.

1 2

1 2 3

Untuk mengetahui cara mendeklarasikan dari penggunaan aray dua dimensi dapat dilihat pada listing program dibawah ini .

Contoh Program:

Program Deklarasi_Array_Dua_Dimensi;

Uses Crt;

Var Tabel : Array[1..3,1..2] of Integer;

i,j : Integer;

Begin

ClrScr;

Tabel[1,1]:=1;

Tabel[1,2]:=2;

Tabel[2,1]:=3;

Tabel[2,2]:=4;

Tabel[3,1]:=5;

Tabel[3,2]:=6;

For I := 1 to 3 Do Begin For J:= 1 to 2 Do Begin Writeln('Elemen ',i,',',j,'= ',tabel[i,j]);

End;

End;

Readln;

End.

IV. Alternatif Deklarasi Array Dua Dimensi.

Ada beberapa cara dalam mendeklarasikan array dua dimensi, beberapa cara tersebut dapat dilihat dibawah ini :

Contoh :

Var

Tabel : Array[1..3] of Array[1..2] of Byte;

atau :

Type

Matrik = Array[1..3,1..2] of Byte;

Var

Tabel : Matrik;

atau :

Type

Baris = 1..3;

Kolom = 1..2;

Matrik = Array[Baris,Kolom] of Byte;

Var

Tabel : Matrik;

atau :

Type

Baris = 1..3;

Kolom=1..2;

Matrik= Array[Baris] of Array[Kolom] of Byte;

Var

Tabel : Matrik;

Dibawah ini akan diberikan listing program penggunaan array dua dimensi dalam aplikasi penjumlahan matrik :

Contoh Prorgam:

Program Penjumlahan_Matrik;

Uses Crt;

Var

Matrik1,Matrik2, Hasil : Array[1..3,1..2] of Integer;

i,j : Integer;

Begin

ClrScr;

{ input matrik ke satu }

Writeln(' Elemen matrik satu');

For i := 1 to 3 Do

Begin

For j := 1 to 2 Do

Begin

Write('Elemen baris -',i,' Kolom -',j,'= ');

Readln(matrik1[i,j]);

End;

End;

{input matrik ke dua}

Writeln('input elemen matrik dua');

For i:= 1 to 3 Do

Begin

For j:= 1 to 2 Do

Begin

Write('Elemen baris -',i,' kolom -',j,'= ');

Readln(matrik2[i,j]);

End;

End;

{proses penjumlahan tiap elemen}

For i := 1 to 3 Do

Begin

For j:= 1 to 2 Do

Begin

Hasil[i,j]:=Matrik1[i,j]+Matrik2[i,j];

End;

End;

{proses cetak hasil}

For i:= 1 to 3 Do

Begin

For j:= 1 to 2 Do

Begin

Write(Hasil[i,j]:6);

End;

Writeln;

End;

Readln;

End.

V. Array Sebagai Parameter

Array dapat digunakan sebagai parameter yang dikirimkan baik secara nilai (by value) atau secara acuan (by reference) ke procedure atau ke function. Procedure yang menggunakan parameter berupa array harus dideklarasikan di dalam judul procedure yang menyebutkan parameternya bertipe array.

Contoh Program :

Program Contoh_Pengiriman_Parameter_Array_Di_Procedure;

Uses Crt;

Const

Garis ='---------------------------------------------------';

Type

Untai = Array[1..10] of String[15];

Bulat = Array[1..10] of Integer;

Huruf = Array[1..10] of Char;

Var

i,Banyak : Integer;

Procedure Proses(Nama:Untai;Nilai:Bulat);

Var

Ket : String;

Abjad : Char;

Begin

Writeln(Garis);

Writeln('Nama Nilai Abjad Keterangan');

Writeln(Garis);

For i := 1 to Banyak Do

Begin

If Nilai[i] > 90 Then

Begin

Abjad:='A';

Ket :='Istimewa';

End;

If (Nilai[i]<90) And (Nilai[i]>70) Then

Begin

Abjad:='B';

Ket :='Memuaskan';

End;

If (Nilai[i]<70) And (Nilai[i]>60) Then

Begin

Abjad:='C';

Ket :='Cukup';

End;

If (Nilai[i]<60) And (Nilai[i]>45) Then

Begin

Abjad:='D';

Ket :='Kurang';

End;

If Nilai[i]< 45 Then

Begin

Abjad:='E';

Ket :='Sangat kurang';

End;

Writeln(Nama[i]:15,' ',Nilai[i]:4,' ',Abjad,' ',Ket:15);

End;

Writeln(Garis);

End;

Procedure Masuk_Data;

Var

Nama : Untai;

Nilai : Bulat;

Begin

Write('Banyak data =');Readln(Banyak);

For i:= 1 to Banyak Do

Begin

ClrScr;

Writeln('Data ke - ',i);

Write('Nama =');readln(Nama[i]);

Write('Nilai =');readln(Nilai[i]);

End;

Proses(Nama,Nilai);

End;

{modul Utama}

Begin

Masuk_Data;

Readln;

End.



Share:

Minggu, 09 November 2014

ALAT BANTU PENCAHAYAAN



a.       Flash atau BlitzDiperlukan dalam pemotretan apabila cahaya yang ada dirasa kurang/ minim, misalnya pemotretan pada malam hari. Meskipun demikian, tidak diharamkan bagi kita untuk menggunakan flash pada siang hari, saat cahaya yang ada sudah cukup banyak/terang. Penggunaan flash pada siang hari biasanya untuk fill in. Sumber tenaga flash berasal dari baterai. Flash dapat digunakan sesuai dengan kekuatannya, jaraknya, hingga fasilitas lebih yang dimilikinya.
b.      Slave UnitDapat disebut sebagai alat sensor. Cara kerja slave unit adalah menangkap cahaya dari main light(sumber cahaya utama) untuk kemudian menyalakan sumber cahaya lainnya yang terhubung dengan slave unit tersebut.
c.       Sincro Cable/Kabel Sinkro
Kabel yang digunakan untuk membantu menyalakan flash tambahan atau sumber cahaya pemotretan yang lain. Cara penggunaan kabel sinkro yaitu dengan cara menghubungkannya dari sumber cahaya tambahan ke body kamera.
d.      Holder atau Braket
Alat ini digunakan jika kita merasa perlu menggunakan flash tambahan. Holder berfungsi sebagai penyangga flash tambahan dan slave unit. Penggunaannya dengan cara dipasang pada body kamera.
e.       Strobo atau Strobe
Alat ini hampir mirip dengan flash, tapi bentuknya lebih besar dan cahaya yang dihasilkan juga lebih besar. Strobo dapat menyimpan cahaya dengan sumber tenaga yang berasal dari tenaga listrik AC atau baterai kering. Strobo memiliki sensor yang dapat menangkap main light sumber cahaya utama. Jadi strobo akan menyala secara otomatis ketika ada main light yang dinyalakan.  Jika tidak menggunakan main light, strobo dapat diaktifkan dengan cara menghubungkan kabel sinkro langsung dari strobo ke kamera. Ukuran kekuatan cahaya yang dihasilkan strobo dapat kita atur sesuai selera kita. Alat ini lebih banyak digunakan untuk pemotretan studio/indoor.
f.       AC Slave
Hampir mirip dengan strobo cara kerja dan penggunaannya. Tetapi sifat arah cahaya dari AC Slave lebih melebar atau menyebar ke segala arah.
g.      Snoot
Alat ini berfungsi mengarahkan cahaya pada satu titik agar tidak menyebar/terpusat. Bentuk snoot menyerupai corong dan juga lebih banyak digunakan untuk pemotretan studio/indoor. Biasanya juga digunakan untuk pemotretan double dan multi expose.
h.      Payung Reflektor
Sifat cahaya yang dihasilkan lebih luas sehingga bayangan dan cahaya keseluruhan menjadi lebih lembut. Payung reflektor memiliki bermacam-macam warna. Warna standardnya putih, tapi ada juga yang berwarna perak (menghasilkan cahaya yang lebih kuat) dan emas(menghasilkan cahaya yang hangat) . Sumber cahaya alat ini berasal dari strobo.
i.        Reflektor
Digunakan untuk memberi cahaya tambahan yang merupakan pantulan cahaya dari main light. Biasanya berbentuk bundar dan kotak. Pada umumnya memiliki 3 warna yaitu putih, perak dan emas. Kita juga dapat menggunakan sehelai  kain putih, styrofoam dan kertas mengkilap sebagai reflektor yang berguna pada saat pemotretan.
j.        Soft Box
Sebuah kotak yang terbuat dari kain dengan kedudukan atau rangka yang berbentuk seperti pyramid. Cahaya yang dihasilkan softbox lebih lembut daripada cahaya yang dihasilkan payung reflektor maupun reflektor. Softbox memiliki bermacam-macam ukuran(semakin besar ukurannya semakin lembut cahaya yang dihasilkan). Sumber cahaya Soft Box juga berasal dari strobo.
k.      Barndoors
Berbentuk segi empat dan bewarna gelap. Biasanya dipasang pada soft box. Kegunaan dari barndoors adalah untuk mengarahkan cahaya yang keluar dari sumber cahaya.
l.        Honeycomb/Sarang Tawon
Alat ini sejenis dengan filter dan bentuknya bundar seperti sarang tawon, tapi dipasang pada lampu/sumber cahaya. Berfungsi untuk menghaluskan cahaya yang jatuh ke arah obyek..
m.    Light Stand
Alat yang digunakan untuk menyangga lampu studio.
n.      Flash Meter
Berfungsi sebagai pengukur kekuatan sumber cahaya dalam pemotretan indoor atau outdoor. Alat ini lebih akurat daripada light meter yang ada pada kamera.
o.      Infrared Sender
Mengirimkan sinar infrared untuk memancing nyala flash atau lampu studio
p.      Trigger
Menyalakan flash/lampu studio dengan gelombang elektro
Share:

ALAT BANTU PEMOTRETAN



a. FilterSesuai dengan namanya alat ini cara kerjanya sama seperti filter pada umumnya yaitu sebagai penyaring, jika di dalam rokok berguna menyaring asap tapi disini filter berfungsi menyaring cahaya yang masuk sehingga menimbulkan efek-efek yang kita inginkan. Penggunaannya dengan cara dipasang  diujung  lensa. Bentuk filter ada  dua  yaitu square (kotak) dan circle (bulat). Jika menggunakan filter square, kita harus menambahkan ring khusus  di depan lensa. Untuk penggunaan filter yang bentuknya bulat, kita harus memperhatikan diameter dari lensa kamera yang kita gunakan.  Macam – macam filter dan kegunaannya antara lain :a.       filter PL, memekatkan warna dan menghilangkan refleksib.      filter UV, mengurangi sinar ultra violet.c.       filter ND (natural density), mengurangi contrast.d.      filter warna, memberi efek warna.e.       filter soft, melembutkan objek.f.       filter diffuser, hampir sama dengan filter soft, tapi lebih halus.g.      filter cross, memberi efek cross/silang pada sumber cahaya.h.      filter multi image, memberi efek multi image.i.        filter multi expose, digunakan dalam pemotretan multi expose.j.        filter gradasi, memberi efek gradasi warnab. Tudung LensaAlat yang dipasang pada lensa ini berfungsi menghilangkan cahaya/sinar yang tidak diinginkan masuk kedalam lensa karena cahaya tersebut biasanya dapat menyebabkan flare pada hasil pemotretan. Flare dapat merusak hasil foto karena menurunkan kontras dan mengurangi saturasi warna.  Alat ini sangat berguna terutama pada pemotretan yang berhadapan langsung dengan arah datangnya cahaya.c. TripodTripod atau biasa disebut kaki tiga berfungsi sebagai peyangga kamera saat pemotretan agar kamera tidak mengalami guncangan (shaking). Biasanya digunakan pada pemotretan yang menggunakan kecepatan (speed ) rendah/lambat dan untuk menopang lensa-lensa panjang.d. MonopodMempunyai fungsi yang sama dengan tripod tetapi hanya bentuknya yang berbeda yaitu hanya satu kaki sehingga lebih praktis.e. Kabel ReleaseBentuknya hampir seperti injeksi yang lentur berfungsi untuk menghindari goncangan saat shutterditekan karena saat memakai alat ini kita tidak perlu menekan shutter secara langsung. Penggunaannya dipasang pada soket kabel release yang biasanya terdapat pada tombol shutter. Biasanya ini soulmate-nya tripod dan biar penggunaan tripod lebih afdol.f. BackgroundKain atau latar belakang yang digunakan untuk pemotretan studio dengan berbagai macam gambar, pola dan warna.g. Stand BackgroundAlat penyangga background, dan dalam penggunaannya paling tidak ada 2 stand. Alat ini bisa dinaik – turunkan sesuai kebutuhan.
Share:

Senin, 27 Oktober 2014

Alat Wajib untuk Pengguna Kamera DSLR

Seperti kita ketahui perlengkapan/aksesoris kamera banyak sekali macamnya dan tiap jenis mempunyai fungsi  yang berbeda serta harga yang tentunya bervariasi pula. Nah, karena fungsinya yang berbeda itulah tidak semua aksesoris harus dimiliki, namun disesuaikan dengan kebutuhan dan budget.

Berikut ini info tentang beberapa alat dan aksesoris yang memang wajib dimiliki dan dibawa oleh pengguna kamera DSLR.
1. Tas Kamera
Tersedia beragam jenis tas kamera di pasaran, tinggal pilih yang sesuai selera: dari backpack, ikat pinggang, sling-slide (menyamping) sampai yang mirip koper. Yang jelas tas kamera disini berfungsi agar kita bisa menyimpan kamera dan lensa yang kita miliki selama bepergian secara aman. Tidak jatuh, aman dari benturan dan aman dari air.
http://www.geek.com/gearlog/IMG_2733_LowePro-AW100.jpg
2. Cleaning Kit
Agar fungsi mekanis kamera tetap berjalan dengan baik, maka perlu perawatan yang baik. Salah satunya adalah membersihkan kamera dari debu, terutama bagi anda yang suka memotret outdoor. Jangan membersihkan kamera dengan sembarang chemical atau kain yang kasar karena justru hal ini dapat merusak bagian-bagian kamera anda, misalnya saat mengelap lensa dengan kain kasar justru dapat menimbulkan goresan pada lensa, gunakanlah chemical atau alat pembersih yang sudah dibuat khusus untuk kamera.

3. Filter UV
Ada banyak jenis filter kamera, namun untuk awal anda cukup membeli filter biasa atau filter UV. Filter kamera berfungsi untuk melindungi lensa dari debu dan benturan, namun saat ini filter mempunyai fungsi tambahan yang beragam, misalnya filter UV, filter ini mempunyai kemampuan menyaring sinar ultrafiolet agar tidak masuk ke sensor kamera yang dalam jangka panjang dapat merusak sensitifitas sensor tersebut.
https://www.fotosense.co.uk/media/catalog/product/cache/1/image/9df78eab33525d08d6e5fb8d27136e95/h/o/hoya-uv_9.gif
4. Tripod
Tripod merupakan kunci utama menghasilkan jepretan yang tajam, potret diri sendiri, foto dengan eksposur yang lama, dan sangat membantu ketika sedang pemotretan dengan cahaya rendah.
Namun demikian, begitu banyak jenis tripod yang dapat kita pilih. Sebagai permulaan, mencari tripod, cari dan belilah tripod berbahan serat karbon yang ringan dengan ketinggian standar dengan kemampuan memutar secara vertikal untuk gambar potret.

5. Lens Pen
Alat ini merupakan salah satu dari beberapa peralatan pembersih lensa. Bentuknya seperti pena, dengan 2 ujung berbeda isi, yang satu kuas lembut dengan sisi satunya lagi merupakan penampang bundar berdiameter tidak lebih dari 1 cm. Bagian kuas digunakan untuk membersihkan debu dan ujung lainnya digunakan untuk menghilangkan bercak noda jari di permukaan lensa.
http://daldigital.net/news/18/Aksesoris-Wajib-untuk-Pengguna-Kamera-DSLR

Share:

Senin, 01 September 2014

Pengenalan Fotografi


     1.  Pengertian Fotografi

Fotografi berasal dari kata Yunani yaitu "photos" (cahaya) dan "grafo" (melukis/menulis). jadi, fotografi adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya.

     2.  Sejarah Fotografi
           
          Pada tahun 1822, Joseph Nicéphore Niépce membuat foto Heliografi yang pertama dengan subyeknya adalah Paus Pius VII.
     
     3.  Jenis-jenis Fotografi

          Sebelum menjelaskan jenis fotografi kami ulas macam-macam fotosecara umum. Berikut adalah Jenis-jenis foto yang dikelompokan secaragaris besar, yang membantu mempermudah kita dalam memahami sebuah karyafotografi.
Foto Manusia
a. Portrait
Portrait adalah foto yang menampilkan ekspresi dan karaktermanusia dalam kesehariannya.
b. Human Interest
Human Interest dalam karya fotografi adalah menggambarkankehidupan manusia atau interaksi manusia dalam kehidupan sehari-hari.
c. Stage Photography
Stage Photography adalah semua foto yang menampilkanaktivitas/gaya hidup manusia yang merupakan bagian dari budaya dan duniaentertainment.
d. Sport
Foto olahraga adalah jenis foto yang menangkap aksi menarik danspektakuler dalam event dan pertandingan olah raga.
Foto nature
Jenis foto nature obyek utamanya adalah benda dan makhluk hidupalami (natural) seperti hewan, tumbuhan, gunung, hutan.
a. Foto Flora
Jenis foto dengan obyek utama tanaman dan tumbuhan dikenaldengan jenis foto flora.
b. Foto Fauna
Foto fauna adalah jenis foto dengan berbagai jenis binatangsebagai obyek utama.
c. Foto Lanskap
Foto lanskap adalah jenis foto yang begitu popular sepertihalnya foto manusia.
Foto Arsitektur
Dalam jenis foto ini menampilkan keindahan suatu bangunan baikdari segi sejarah, budaya, desain dan konstruksinya.
Foto Still Life
Foto still life adalah menciptakan sebuahgambar dari benda atau obyek mati. Membuat gambar dari benda mati menjadi halyang menarik dan tampak “hidup”, komunikatif, ekspresif dan mengandung pesanyang akan disampaikan merupakan bagian yang paling penting dalam penciptaankarya foto ini.

Foto Jurnalistik
Foto jurnalistik adalah foto yang digunakan untuk kepentinganpers atau kepentingan informasi.

Jenis Fotografi lainnya adalah berikut ini yanghampir sama macamnya seperti penjelasan di atas.

1.     LandscapePhotography
2.     MacroPhotography
3.     StreetPhotography
4.     PortraitPhotography
5.     FashionPhotography
Share:

Selasa, 18 Maret 2014

download bitdefender offline instaler Anivirus Plus

saya disini akan membagikan antivirus terbaik didunia offline instaler scara gratis
screenshot



Share:

Translate

Total Tayangan Halaman